Ya Tuhan, Balita 3 tahun Ini Dengan Telaten Rawat Ayahnya Yang Lumpuh

| Senin, 11 Juli 2011 | |
Besar nian cobaan bagi pria ini, setelah dirinya lumpuh karena kecelakaan tak lama berselang sang istripun pergi begitu saja meninggalkannya entah kemana. Namun dia masih memiliki mutiara tak ternilai yaitu karunia dari sang Maha Pengasih seorang anak balita usia 3 tahun yang dengan telaten mendampingi dan merawatnya, sungguh sebuah kisah tak ternilai dari seorang anak seusianya.
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuhBersiap-siap mengambil air untuk mandi sang ayah

Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuhMembawa air untuk membersihakn badan sang ayah
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuhMengambil handuk untuk keringkan tubuh sang ayah setelah mandi
Seorang balita perempuan yang baru berusia tiga tahun menjadi tumpuan hidup sang ayah setelah ia mengalami kecelakaan dan tak bisa lagi berjalan. Seperti dilansir China News, Senin (20/12/2010), balita bernama Dong Xinyi merawat sang ayah, Dong Jian (26) dan juga membersihkan kotorannya.
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuhPersiapkan kompor listrik untuk masak makanan
Kisah Balita 3 tahun merawat ayahnya yang lumpuhMemasak makanan buat sang ayah
Xinyi lahir di sebuah keluarga petani di Kota Huanghia di Provinsi Shandong, China, tahun 2007. Beberapa bulan kemudian, sang ibu meninggalkan rumah dan membawa Xinyi setelah Dong Jian mengalami lumpuh akibat kecelakaan. Namun, awal tahun ini, sang ibu mengirimkan Xinyi kembali ke sang ayah. Tidak diketahui mengapa ia melakukan hal itu. Hanya saja, sejak saat itu ia kemudian merawat sang ayah.
“Ia segalanya bagi saya. Setelah kecelakaan, istri meninggalkan saya. Ayah dan ibu tiri saya bahkan tidak peduli. Saya bahkan pernah berpikir untuk bunuh diri,” katanya. “Namun, kini Xinyi adalah di sini dan saya sangat kagum pada dirinya,” katanya. Tidak jelas, bagaimana sang ayah dan anak perempuannya memperoleh uang untuk biaya hidup. Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang , senantiasa mengasihi hambaNya yang sabar dan tabah.


0 komentar:

Posting Komentar