6 Perairan Paling Rawan Perompak Di Dunia

| Kamis, 19 Mei 2011 | |

1. Teluk Aden
Pada akhir 2008, perhatian dunia tertuju kepada perairan yang terletak di dekat Semenanjung Afrika ini. Salah satu kapal super tanker minyak terbesar di dunia milik Arab Saudi yang sedang mengangkut dua juta barel minyak mentah dibajak oleh para perompak dari Somalia.

Peristiwa itu tercatat sebagai perompakan atas kapal laut terbesar yang pernah terjadi di dunia. Kapal bernama Sirius Star itu diestimasi berharga US$150 juta dengan taksiran muatan minyak senilai US$100 juta.


Para perompak Somalia tidak hanya tertarik pada kapal kargo. Sebuah kapal yacht berbendera Perancis bernama Carre D’as IV pernah dibajak oleh perompak Somalia.

2. Nigeria
Kapal kontainer asal Denmark bernama Claes Maersk dibajak oleh perompak ketika sedang bersandar di dermaga. Para perompak menggunakan speedboat untuk mencapai kapal. Laporan mengenai perompakan ini tidak pernah ditanggapi oleh pihak pemerintah Nigeria.

Hingga September 2008, terdapat 24 kali serangan di perairan Nigeria, atau lebih dari dua kali dalam sebulan. Nigeria menempati urutan kedua setelah Teluk Aden sebagai wilayah dengan perairan paling rawan di dunia.

3. Indonesia
Dengan status sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau besar dan kecil tentu menjadi lokasi yang amat potensial untuk melakukan perompakan. Minimnya tingkat keamanan di laut menjadikan perompak leluasa untuk beraksi.

Pada April 2008, kapal pengiriman besar milik Norwegia, Spar Cetus, dibajak oleh dua belas perompak asal Indonesia. Sempat terjadi pertempuran kecil antara para perompak dan awak kapal yang pada akhirnya dimenangkan oleh pihak perompak.

Hingga September 2009, terdapat 23 serangan perompakan yang terjadi di perairan Indonesia, atau lebih dari dua serangan tiap bulan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan perairan paling rawan ketiga di dunia setelah Teluk Aden dan Nigeria.

4. Tanzania
 
Negara yang terletak di Afrika Timur ini memiliki alam yang indah dan terkenal sebagai surga bagi para snorkeler (penggemar olahraga snorkeling). Akan tetapi, negara ini ternyata juga menjadi “alam” yang indah bagi para perompak. Tanzania terletak di dekat Samudra Hindia, perairan paling sibuk yang dilalui oleh dua pertiga kapal tanker minyak dunia dan kapal kargo besar lainnya.

Pada September 2008, kapal kontainer milik Liberia, Safmarine Asia, dibajak oleh para perompak. Mereka berhasil membongkar tiga kontainer dan membawa barang-barang milik awak kapal.

Hingga September 2008, terjadi 14 serangan, atau hampir dua kali tiap bulan. Tanzania menempati posisi keempat sebagai wilayah dengan perairan paling rawan di dunia.

5. Teluk Somalia
 
Teluk Somalia sepanjang 1.880 mil atau teluk terpanjang di Afrika sering digunakan oleh para perompak untuk membajak kapal yang melayani rute pengiriman barang melalui Laut Merah.

Faina, sebuah kapal kontainer milik Ukraina, yang sedang mengangkut persenjataan buatan Soviet, termasuk 72 tank, dibajak oleh 50 perompak bersenjata pada September 2008. Pembajakan ini menjadi salah satu peristiwa yang mendapatkan perhatian dunia. Proses negosiasi tebusan berlangsung alot dan memperoleh bantuan dari kapal perang milik Amerika.

Per September 2008 terdapat 12 serangan di Teluk Somalia, atau lebih dari satu kali serangan tiap bulan. Ini menjadikan Teluk Somalia sebagai perairan paling rawan nomor lima di dunia.
Pada bulan Maret 2011, Kapal MV. Sinar Kudus milik PT. Samudra Indonesia juga dibajak diperairan ini.

6. India
Di India, tujuh perompak menaiki kapal terbuka sepanjang 12 meter dan mendekati kapal tanker yang mengangkut bahan kimia, Acavus. Per September 2008, terdapat 10 serangan di perairan India. Alhasil, India menempati posisi keenam sebagai wilayah dengan perairan paling berbahaya di dunia.

0 komentar:

Posting Komentar